Icon Price List Test Drive

Test Drive

Icon Price List Price List

Price List

Icon Price List Booking Service

Booking Service

Icon Price List Compare Cars

Compare Cars

Icon Price List Trade-In

Trade-In

Ketika melewati jalan tol, akan ditemukan lajur yang memiliki fungsi berbeda-beda dan dirancang untuk meningkatkan efisiensi serta keselamatan berkendara. Umumnya, jalan tol memiliki tiga sampai empat lajur terpisah dan berbeda tingkat kecepatan kendaraan.

Mengapa Ada Pembagian Lajur Jalan Tol?

Setiap lajur memiliki fungsinya sendiri dan merupakan rekayasa lalu lintas untuk menjaga ketertiban dan kelancaran di jalan. Ada lajur yang diatur sedemikian rupa dan memiliki fungsi yang berbeda-beda agar jalan tol berjalan optimal.

Bagaimana Pembagian Lajur Jalan Tol?

Lajur di jalan tol biasanya terdiri atas empat jenis, yakni lajur kiri, lajur kanan, bahu jalan, dan bahu dalam. Masing-masing lajur tersebut punya penggunaan tersendiri sesuai batas kecepatan dan kondisi kendaraan Anda.

Tetap berjalan di lajur merupakan standar keamanan karena berpindah lajur tiba-tiba bisa mengakibatkan pengendara lain kaget sehingga memicu tabrakan. Berikut daftar lajur jalan tol yang bisa Anda pahami.

1. Bahu Jalan

Bahu jalan berada di area paling kiri bidang jalan tol berdampingan langsung dengan rumija (ruang milik jalan) berupa tanah kosong, rerumputan, dan pagar pembatas. Bahu jalan hanya digunakan untuk keadaan darurat.

Selain kondisi tersebut, kendaraan tidak boleh menggunakan bahu jalan, seperti untuk menyalip atau berhenti bukan darurat. Sedangkan rujima dapat dipakai sebagai run-out area jika mobil kesulitan berhenti waktu mengalami masalah teknis.

2. Lajur Kiri

Lajur kiri dimanfaatkan oleh kendaraan yang berjalan lebih lambat sesuai ketentuan batas kecepatan. Umumnya adalah truk dengan batas kecepatan minimal 60 km/jam. Di jalan tol diperjelas dengan rambu-rambu ‘Gunakan Lajur Kiri’.

Bus dan truk mendapat perhatian lebih besar mengingat kendaraan ini dominan berjalan lambat. Rambu-rambu tidak hanya berupa plang bertuliskan ‘Bus dan Truk Gunakan Lajur Kiri’ tapi juga berupa marka di permukaan jalan.

Jangan gunakan lajur kiri untuk menyalip dengan kecepatan tinggi karena berisiko tabrak belakang. Hal ini disebabkan beda kecepatan yang jauh dan Anda dapat kehilangan kontrol pada kendaraan.

3. Lajur Kanan

Lajur kanan juga berposisi sebagai lajur tengah, yaitu jika di sebelah kiri dan kanannya masih ada lajur untuk arus lalu lintas. Umumnya kecepatan yang diizinkan antara 80-100 km/jam supaya lebih cepat ketimbang kendaraan di lajur kiri.

Namun kalau hanya ada 2 lajur, maka lajur kanan berfungsi sebagai lajur untuk mendahului kendaraan lain. Anda harus kembali ke lajur kiri supaya tidak menghambat arus lalu lintas alias menjadi lane hogger.

4. Lajur Khusus Mendahului

Aturan ini juga berlaku untuk lajur paling kanan dari jalan tol yang menyediakan lebih dari 2 lajur. Di jalan tol, penggunaan lajur kanan diperjelas dengan rambu bertuliskan ‘Lajur Kanan Hanya Untuk Mendahului’.

Untuk jalan tol dengan jumlah lajur mencapai 3 atau 4, jangan bertahan di lajur paling kanan untuk memberikan ruang pada kendaraan lebih kencang untuk menyalip. Segera kembali ke lajur kiri setelah mendahului mobil lain.

5. Bahu Dalam (Median)

Median tol berupa rumija (ruang milik jalan), yaitu tanah kosong, rerumputan, dan pagar pembatas. Bisa juga berupa separator beton yang diletakkan di tengah-tengah bagian jalan tol.

Separator beton berdiri di area tengah dengan jarak sekitar 1 meter dari marka lajur kanan. Area 1 meter inilah area larangan yang berfungsi sebagai batas aman. Lajur ini tidak boleh dipakai untuk berhenti meski keadaan darurat atau menyalip kendaraan lain di depan.

Kesimpulan

  • Lajur di jalan tol biasanya terdiri atas empat jenis, yakni lajur kiri, lajur kanan, bahu jalan, dan bahu dalam. Masing-masing lajur tersebut punya penggunaan tersendiri sesuai batas kecepatan dan kondisi kendaraan Anda.
  • Setiap lajur memiliki fungsinya sendiri dan merupakan rekayasa lalu lintas untuk menjaga ketertiban dan kelancaran di jalan. Ada lajur yang diatur sedemikian rupa dan memiliki fungsi yang berbeda-beda agar jalan tol berjalan optimal.
  • Tetap berjalan di lajur merupakan standar keamanan karena berpindah lajur tiba-tiba bisa mengakibatkan pengendara lain kaget sehingga memicu tabrakan. Pastikan aman dan nyalakan lampu isyarat kalau mau pindah lajur.

1. Apa risiko menjadi lane hooger?

  • Kendaraan lambat melaju di lajur kanan bisa memicu pelanggaran bagi pengendara lain karena harus menyalip lewat sebelah kiri.
  • Risiko lain yang lebih besar bisa memicu kecelakaan karena pengemudi di belakang Anda tidak menyadari ada kendaraan lambat di lajurnya.
  • Lane hogger juga akan memicu terjadinya kepadatan jalan yang tidak perlu karena mobil lebih cepat antre di belakangnya.

2. Mengapa truk harus berjalan di lajur kiri alias lajur lambat?

Bus dan truk mendapat perhatian lebih besar mengingat kendaraan ini dominan berjalan lambat lantaran membawa beban berat. Makanya ada rambu-rambu berupa plang bertuliskan ‘Bus dan Truk Gunakan Lajur Kiri’.

3. Berapa batas kecepatan di jalan tol?

Setiap ruas jalan tol memiliki kecepatan minimal sama yakni 60 km/jam supaya lalu lintas bergerak lancar dan mengurangi risiko tabrak belakang. Untuk kecepatan maksimal antara 80 km/jam atau 100 km/jam tergantung kondisi jalan.

Sumber: https://www.toyota.astra.co.id/corporate-information/news-promo/read/pembagian-lajur-jalan-tol-yang-masih-sering-diabaikan-ada-fungsi-dan-tujuannya

Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo Kavling C2
Jababeka Cikarang,
Bekasi - Jawa Barat

Penjualan 021 89326000
Booking Service 021 89326999 021 89326888
[email protected]
Senin - Jumat
      08.00 - 17.00
      Sabtu & Minggu
      08.00 - 15.00

Konsultasi
Pembelian